Critical Thinking dalam Studi Islam: Teori, Metode, dan Penerapannya
Keywords:
Critical Thinking, Studi Islam, Nalar Kritis, Epistemologi Islam, IjtihadSynopsis
Buku ini membahas pentingnya kemampuan berpikir kritis dalam memahami ajaran dan kajian Islam di tengah perkembangan teknologi digital dan era post-truth. Buku ini menguraikan hubungan antara akal dan wahyu, akar filosofis berpikir kritis dalam tradisi intelektual Islam, serta konsep tafakkur, ta’aqqul, dan tadabbur. Selain itu, pembahasan mencakup ijtihad, nalar burhani, kritik teks, hermeneutika, serta berbagai dinamika pemikiran Islam klasik dan kontemporer. Buku ini juga menyoroti tantangan era algoritma, kecerdasan buatan, disinformasi, dan perubahan otoritas keagamaan di ruang digital. Melalui pendekatan teoritis dan aplikatif, buku ini mendorong pembaca untuk mengembangkan nalar yang analitis, reflektif, moderat, dan bertanggung jawab dalam memahami berbagai persoalan keislaman dan kehidupan modern.
References
Abou El Fadl, Khaled. (2001). Speaking in God's Name: Islamic Law, Authority, and Women. Oxford: Oneworld Publications.
Abu-Rabi', Ibrahim M. (1996). Intellectual Origins of Islamic Resurgence in the Modern Arab World. Albany: State University of New York Press.
Abu Rabi', Ibrahim. (2003). “Toward a Critical Arab Reason: The Contributions of the Moroccan Philosopher Muhammad ‘Abid al-Jabiri”. Islamic Studies, Vol. 42, No. 1, hlm. 63–95.
Abu Rabi', Ibrahim. (2005). “Contemporary Islamic Intellectual History: A Theoretical Perspective”. Islamic Studies, Vol. 44, No. 4, hlm. 503–526.
Abu Zayd, Nasr Hamid. (1990). Mafhum al-Nass: Dirasah fi 'Ulum al- Qur'an. Kairo: Al- Hay'ah al-Misriyyah al-'Ammah lil-Kitab.
Abu Zayd, Nasr Hamid. (1992). Naqd al-Khitab al-Dini. Kairo: Sina li al- Nasyr.
Abu Zayd, Nasr Hamid. (2001). Tekstualitas Al-Qur'an: Kritik Terhadap Ulumul Qur'an. Terjemahan oleh Khoiron Nahdliyyin. Yogyakarta: LKiS.
Abu Zayd, Nasr Hamid. (2004). Rethinking the Qur'an: Towards a Humanistic Hermeneutics. Utrecht: Humanistics University Press.
'Abduh, Muhammad. (1966). Risalat al-Tawhid. Kairo: Dar al-Ma'arif.
Abdullah, M. Amin. (1995). Falsafah Kalam di Era Postmodernisme. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Abdullah, M. Amin. (1996). Studi Agama: Normativitas atau Historisitas?. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Abdullah, M. Amin. (2006). Islamic Studies di Perguruan Tinggi: P endekatan Integratif-Interkonektif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Abdullah, M. Amin. (2014).Integrasi-Interkoneksi Keilmuan. Yogyakarta: Suka Press.
Abdullah, M. Amin. (2020). Multiversitas Ilmu-Ilmu Keislaman: Integrasi-Interkoneksi dalam Studi Islam. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.
Abdullah, M. Amin. (2020). The Idea of University: Integrasi Keilmuan dan Re-Evaluasi Nalar Islam Kontemporer. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Abdullah, M. Amin. (2021). Multidisiplin, Interdisiplin, & Transdisiplin: Metode Studi Agama & Studi Islam di Era Kontemporer. Cetakan III. Yogyakarta: PT Litera Cahaya Bangsa.
Abdullah, M. Amin. (2021). “The Intersubjective Validity of Religious Knowledge in Modern Islamic Studies”. Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, Vol. 11, No. 1, hlm. 15–18.
Abdullah, M. Amin. (2022). “Re-mapping the Epistemology of Islamic Studies in the Post- Secular Age: From Monopoly to Dialogue”. International Journal of Islamic Thought, Vol. 21, hlm. 45–60.
Abdullah, M. Amin. (2022). “The Need for Re-evaluating the Islamic Intellectual Heritage in the Post-Secular Era”. International Journal of Islamic Thought, Vol. 21, hlm. 56–72.
al-Alwani, Taha Jabir. (1994). Krisis Pemikiran Islam. Jakarta: IIIT Indonesia.
al-Andalusî, Shahid. (t.th.). Thabaqât al-Umam. Kairo: Mathba‘ah Mishriyyah.
Published
Categories
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





