Dari Sudut Pesantren Membaca Indonesia
Keywords:
Pendidikan, Pesantren, Literasi, Kebangsaan, KemandirianSynopsis
Buku ini menghadirkan refleksi tentang kehidupan pesantren dan kaitannya dengan pendidikan, kebangsaan, literasi, serta kehidupan bermasyarakat. Melalui pengalaman sebagai santri, penulis menggambarkan nilai-nilai kemandirian, kesetaraan, ketekunan belajar, pengabdian, dan kepedulian terhadap lingkungan. Buku ini juga membahas bagaimana pendidikan seharusnya tidak berhenti di ruang kelas, tetapi mampu membentuk kemampuan memahami kehidupan, menghargai perbedaan, dan berkontribusi bagi masyarakat. Berbagai pengalaman dan gagasan dalam buku disajikan sebagai bahan perenungan mengenai hubungan antara ilmu, kehidupan, dan tanggung jawab sebagai warga negara.
References
Al-Ghazali, Abu Hamid. Ihya Ulum al-Din.
Al-Bukhari, Muhammad bin Ismail. Sahih al-Bukhari.
Al-Mahalli, Jalaluddin, dan Jalaluddin al-Suyuthi. Tafsir al-Jalalayn.
Bruinessen, Martin van. Kitab Kuning, Pesantren, dan Tarekat.
Ernas, Saidin, dan Ferry Muhammadsyah Siregar. (2010). Dampak keterlibatan pesantren dalam politik: Studi kasus pesantren di Yogyakarta. Kontekstualita, 25(2), 195–224.
Hayat, Sholeh. Kiai dan Santri dalam Perang Kemerdekaan.
Ibn Malik, Muhammad bin Abdullah. Alfiyah Ibn Malik.
Miller, John W., dan Michael C. McKenna. (2016). World Literacy: How Countries Rank and Why It Matters. Routledge.
Soekanto, Soerjono. Sosiologi Suatu Pengantar.
Wahid, Abdurrahman. Islamku, Islam Anda, Islam Kita: Agama Masyarakat Negara Demokrasi.
Wahid, Abdurrahman. Pergulatan Negara, Agama, dan Kebudayaan.
Published
Categories
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





