Tabir Korupsi Ekologis: Paradigma Baru Pertanggungjawaban Pidana dan Green Asset Recovery

Authors

Muhamad Zainul Arifin, S.H., M.H., Ph.D.

Keywords:

Korupsi Ekologis, Tindak Pidana Korupsi, Sumber Daya Alam, Kerugian Negara, Green Asset Recovery

Synopsis

Buku Tabir Korupsi Ekologis: Paradigma Baru Pertanggungjawaban Pidana dan Green Asset Recovery membahas korupsi di sektor sumber daya alam sebagai persoalan multidimensional yang tidak hanya menimbulkan kerugian keuangan negara, tetapi juga kerugian ekonomi, sosial, dan ekologis. Dengan pendekatan interdisipliner yang mengintegrasikan hukum pidana, hukum lingkungan, ekonomi sumber daya alam, dan tata kelola pemerintahan, buku ini mengkaji konstruksi kerugian negara, pertanggungjawaban pidana individu dan korporasi, serta tantangan pembuktian dalam perkara korupsi sumber daya alam. Buku ini juga menawarkan gagasan Green Asset Recovery sebagai paradigma pemulihan yang tidak hanya berorientasi pada pengembalian aset negara, tetapi juga pada pemulihan fungsi ekologis lingkungan.

References

 Crawford, James. 2013. State Responsibility: The General Part. Cambridge: Cambridge University Press.

 Hartanto, Ponco, Subagio Gigih Wijaya, dan Riami Chancy. 2024. “Discourse of Ecological Damage as a State Financial Loss: Evidence from Indonesia.” Journal of Law, Environmental and Justice 2, No. 3: 307–331. DOI: 10.62264/jlej.v2i3.110.

 Indonesia Corruption Watch. 2024. Implementasi dan Pengaturan Valuasi Kerugian Ekologis dalam Perhitungan Kerugian Negara di Perkara Korupsi Sektor Industri Ekstraktif. Jakarta: Indonesia Corruption Watch.

 Jiwanti, Ainun, dan Mona Ervita. 2025. “Urgency of Expanding the Meaning of State Financial Losses Based on Ecological Losses Resulting from Corruption in the Natural Resources Sector.” JUSTISI 11, No. 3: 702–718. DOI: 10.33506/js.v11i3.4334.

 Maghfiroh, Laily, dan Abdul Kholiq. 2025. “Valuing Environmental Damage as State Financial Loss in Corruption Cases: A Substantive Justice Analysis of the Harvey Moeis Verdicts.” Journal of Mathematics Instruction, Social Research and Opinion 4, No. 4: 1389–1404. DOI: 10.58421/misro.v4i4.884.

 Mahkamah Agung Republik Indonesia. 2023. Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Pedoman Mengadili Perkara Lingkungan Hidup. Jakarta: Mahkamah Agung Republik Indonesia.

 Mahkamah Agung Republik Indonesia. 2025. Putusan Nomor 6617 K/Pid.Sus/2025. Jakarta: Mahkamah Agung Republik Indonesia.

 Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. 2016. Putusan Nomor 25/PUU-XIV/2016. Jakarta: Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.

 Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. 2025. Putusan Nomor 29/PUU-XXIII/2025. Jakarta: Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.

 Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. 2025. Putusan Nomor 123/PUU-XXIII/2025. Jakarta: Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.

 Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. 2026. Putusan Nomor 28 Tahun 2026. Jakarta: Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.

 Muhdar, Muhamad. 2020. “Rekonstruksi Basis Perhitungan Kerugian Negara dalam Peristiwa Tindak Pidana Korupsi pada Sektor Sumber Daya Alam.” Jurnal de Jure 12, No. 1: 38–53. DOI: 10.36277/.v12i1.374.

 Pattiwael, Joey Josua Pamungkas. 2021. “Kerugian Ekologis akibat Tindak Pidana Korupsi.” JURNAL RECHTENS 10, No. 1: 27–42. DOI: 10.36835/rechtens.v10i1.1003

Published

September 4, 2026

Details about this monograph

Physical Dimensions