Seni Menyucikan Jiwa: : Menata Hati, Menemukan Tuhan (Pengantar llmu Tasawwuf-Sejarah, Konsep, dan Jalan Spiritualitas Islam)
Keywords:
Tasawuf, Tazkiyat Al-Nafs, Spiritualitas Islam, Pendidikan Islam, ZuhdSynopsis
Buku Seni Menyucikan Jiwa: Menata Hati, Menemukan Tuhan merupakan pengantar sistematis tentang ilmu taṣawwuf yang mengkaji dimensi spiritual Islam secara historis, konseptual, dan praktis. Buku ini menegaskan bahwa taṣawwuf adalah bagian integral dari ajaran Islam yang berfungsi membina kehidupan batin manusia melalui proses tazkiyat al-nafs (penyucian jiwa), tahdhīb al-akhlāq (pembinaan akhlak), dan penguatan kesadaran iḥsān. Pembahasan diawali dengan konsep dasar, sumber, dan tujuan taṣawwuf, dilanjutkan dengan penelusuran sejarah awal melalui praktik spiritual Rasulullah ﷺ, para sahabat, serta gerakan zuhd sebagai fondasi perkembangan tasawuf. Buku ini juga menguraikan proses transformasi spiritual dari khawf menuju maḥabbah, serta sistematisasi taṣawwuf menjadi disiplin ilmu dengan konsep maqāmāt dan aḥwāl. Selain itu, dijelaskan relevansi taṣawwuf dalam konteks modern, khususnya dalam pembentukan karakter dan pendidikan Islam. Dengan pendekatan yang integratif antara aspek teoritis dan praksis, buku ini bertujuan membantu pembaca memahami serta mengaktualisasikan nilai-nilai spiritual Islam dalam kehidupan sehari-hari.
References
Ainscow, M. (2020). Promoting inclusion and equity in education: Lessons from international experiences. Nordic Journal of Studies in Educational Policy, 6(1), 7–16. https://doi.org/10.1080/20020317.2020.1729587
Al-Ghazālī, Abū Ḥāmid. (2005). Iḥyāʾ ʿulūm al-dīn. Beirut: Dār al-Maʿrifah.
Biesta, G. (2015). Good education in an age of measurement: Ethics, politics, democracy. London: Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315678575
Florian, L., & Black-Hawkins, K. (2011). Exploring inclusive pedagogy. Cambridge Journal of Education, 41(4), 813–828. https://doi.org/10.1080/0305764X.2011.625343
Fowler, A., et al. (2023). Spiritual well-being and student engagement in higher education. Teaching in Higher Education, 28(7), 1523–1538. https://doi.org/10.1080/13562517.2021.1872539
Grenier, M., et al. (2024). Inclusive pedagogy in higher education: A systematic review. Higher Education Research & Development, 43(2), 345–360. https://doi.org/10.1080/07294360.2023.2216578
Jennings, P. A., & Greenberg, M. T. (2009). The prosocial classroom: Teacher social and emotional competence in relation to student and classroom outcomes. Review of Educational Research, 79(1), 491–525. https://doi.org/10.3102/0034654308325693
Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. New York: Bantam Books.
Mukholik, A. (2017). Human spirituality phases in Sufism. Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 25(1), 21–34. https://doi.org/10.21580/ws.25.1.1041
Nieminen, J. H. (2025). Assessment for inclusion: Rethinking fairness in higher education. Assessment & Evaluation in Higher Education. https://doi.org/10.1080/02602938.2024.2301234
Ramadhani, F., et al. (2024). Reflective practice and spiritual intelligence in teacher development. International Journal of Educational Development, 102, 102845. https://doi.org/10.1016/j.ijedudev.2024.102845
Schön, D. A. (1983). The reflective practitioner: How professionals think in action. New York: Basic Books.
Sihombing, R. (2024). Character education and spiritual values integration in modern pedagogy. Jurnal Pendidikan Karakter, 14(1), 70–78. https://doi.org/10.21831/jpk.v14i1.59892
Downloads
Published
Categories
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





