Islam, Radikalisme dan Vaksin
Keywords:
Penolakan Vaksin, FPI, Radikalisme, Pandemi Covid-19, Perspektif KeagamaanSynopsis
Buku Islam, Radikalisme, dan Vaksin: Faktor-Faktor Penolakan Vaksin Front Pembela Islam (FPI) pada Masa Pandemi Covid-19 membahas fenomena penolakan vaksin yang terjadi pada sebagian anggota dan simpatisan organisasi Front Pembela Islam (FPI) selama pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor sosial, keagamaan, ideologis, serta informasi yang memengaruhi sikap penolakan terhadap program vaksinasi pemerintah. Melalui pendekatan kualitatif dengan wawancara, observasi, dan analisis dokumen, penulis menelusuri bagaimana pemahaman keagamaan, ketidakpercayaan terhadap pemerintah, penyebaran informasi di media sosial, serta pengaruh tokoh atau pemimpin kelompok berperan dalam membentuk sikap tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penolakan vaksin tidak hanya dipengaruhi oleh aspek keagamaan, tetapi juga oleh faktor politik, sosial, dan komunikasi informasi yang berkembang di masyarakat. Buku ini memberikan gambaran mengenai dinamika hubungan antara agama, gerakan sosial, dan kebijakan kesehatan publik, sekaligus menjadi kontribusi penting dalam memahami tantangan implementasi program kesehatan di tengah keberagaman pandangan masyarakat.
References
Abiyoso, Wiradetia, and Slamet Thohari. "Gerakan Front Pembela Islam (FPI) dalam Aksi Bela Islam tahun 2016 di Jakarta." Jurnal Kajian Ruang Sosial-Budaya 3.2 (2019): 78-100.
Al-Qaradawi Al-Asyi, Yusuf. (2018). Mengenal Front Pembela Islam: Sejarah, Tujuan, dan Gerakan: Analisis Perspektif Pancasila, UUD 1945, dan teori Hukum. Banda Aceh: Yayasan Pena, 2018, cet. 1, xiv, 186 hal
Al-Zastrouw Ng (2006). “Gerakan Islam Simbolik: Politik Kepentingan FPI”. Jakarta: Lkis, 2006. Cet 1, xvii, 192 hal
Azra, Azyumardi (2000). Muslim Indonesia: Viabilitas “Garis Keras” dalam Gatra edisi khusus, hal 45
Barton, Greg dkk. “Religious and Pro-Violence Populisme in Indonesia: The Rise and Fall of a Far-Right Islamisct Civilisationist Movement.” Switzerland: MDPI, 2021, Religions 2021, 12 (6), 397; https://doi.org/10.3390/rel12060397
Baines, Annalise. Muhammad Ittefaq and Mauryne Abwao, “#Scamdemic, #Plandemic, or #Scaredemic: What Parler Social Media Platform Tells Us about COVID-19 Vaccines (2021), 9, 421. https://doi.org/10.3390/vaccines9050421
Boodoosingh, Ramona. Lawal Olatunde Olayemi, Filipina Amosa-Lei Sam. “COVID-19 vaccines: Getting Anti-vaxxers involved in the discussion,” World Development, 136, December 2020, 105177. https://doi.org/10.1016/j.worlddev.2020.105177
Burke, D. Masters, and G. Massey, “Enablers and barriers to COVID-19 vaccine uptake: An international study of perceptions and intentions,” Vaccine 39/36 (2021), pp. 5116–5128
Bruinessen, Martin van (2002). “Genealogies of Islamic radicalism in post-Suharto Indonesia,” South East Asia Research, Vol. 10, No. 2 (July 2002), pp. 117-154. Stable URL: https://www.jstor.org/stable/43818511
Canyon, Deon and Sebastian Kevany, (2021). “Anti-Vaccine Sentiment – An Existential Disrupter of National and International Security,” Daniel K. Inouye Asia-Pacific Center for Security Studies. Stable URL: https://www.jstor.org/stable/resrep30604
Douglas Wilson, Ian. "Continuity and change: The changing contours of organized
Published
Categories
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





