Potensi Agrowisata di Kabupaten Pelalawan
Keywords:
kabupaten pelalawan, agrowisata, food estate, pertanian, pariwisataSynopsis
Kabupaten Pelalawan memiliki potensi yang besar untuk pengembangan pertanian, perkebunan, dan tanaman pangan. Potensi ketersediaan lahan yang luas disertai dengan daya dukung potensi alam yang unik sangat cocok untuk dikembangkan sebagai kawasan food estate dan kawasan agrowisata.
Pengembangan Agrowisata merupakan salah satu upaya dalam rangka pengembangan usaha masyarakat berbasis agribisnis dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani khususnya dan masyarakat sekitar pada umumnya.
Sinergi antara bidang pertanian dan bidang pariwisata merupakan dasar dalam pengembangan Agrowisata. Pengembangan Pertanian dan Pariwisata secara terintegrasi merupakan salah satu bentuk pengembangan ekonomi kreatif di sektor pertanian.
Buku Potensi Pengembangan Agrowisata di Kabupaten Pelalawan ini diharapkan dapat dijadikan sebagai salah satu referensi bagi berbagai pihak yang berkepentingan dalam rangka pengembangan sebagai kawasan food estate dan kawasan agrowisata.
References
[Bappenas] Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. 2004. Tata cara Perencanaan Pengembangan Kawasan Untuk Percepatan Pembangunan Daerah. Direktorat Pengembangan Kawasan Khusus dan Tertinggal. Jakarta: Bappenas. http://pu.net
Agrotek1. 2020. Cara Budidaya Tanaman Alpukat Untuk Pemula. (https://agrotek.id/cara-budidaya-tanaman-alpukat/)
Agrotek2. 2020. Cara Budidaya Tanaman Nangka (https://agrotek.id/cara-budidaya-tanaman-nangka/)
Ahmadi. 2017. Pengantar Agrowisata I: Pembelajaran dari Berbagai Sudut Pandang. Inter-national Research and Development for Human Beings Malang. CV. IRDH (Research & Publishing) Anggota IKAPI.
Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian [BBSDLP] . 2019. Sebaran Gambut di Indonesia.
Cahyono, B. 2009. Sukses Budidaya Jambu Air di Pekarangan dan di Perkebunan. Yogyakarta: Andi Publisher.
Chotimah, C.N.E.H. 2009. Tanggap Morfologi Tanaman Lidah Buaya pada Tanah
Mineral Masam terhadap Amelioran Gambut. Tesis. Sekolah Pasca sarjana
Institut Pertanian Bogor (IPB). Bogor
Gadang, D. 2010. Analisis Peranan Sektor Pertanian Terhadap Perekonomian Jawa Tengah. Skripsi. Semarang: Universitas Diponegoro.
Hakim, N., Nyakp, A.M Lubis., Nugroho, Sutopo Ghani., Diha, M. Amin., dan Go Ban Hong. 1986. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Lampung: Universitas Lampung.
Hanum, C. 2008. Teknik Budidaya Tanaman, Jilid 2. Jakarta: Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional
Hardjowigeno, S. dan Widiatmaka. 2011. Evaluasi Kesesuaian Lahan dan Perencanaan Tata Guna lahan.Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
Hardjowigeno, S. 1987. Ilmu Tanah. Mediyatama Sarana Perkasa. Jakarta.
Isbah, U. & Iyan, Rita Yani. 2016. Analisis Peran Sektor Pertanian dalam Perekonomian dan Kesempatan Keja Di Provinsi Riau. Jurnal Sosial Ekonomi Pembangunan Tahun VII No.19, November 2016 : 45 – 54.
Ishak, M. 2008. Evaluasi Lahan “Pertimbangan Faktor-Faktor Pertanian Guna Optimalisasi Lahan”. Skripsi. Jatinagor: Universitas Padjadjaran.
Karina, A. 2012. Alpukad. Jakarta: Stomata
Khadiyanto, P. 2005. Tata Ruang Berbasis Pada Kesesuaian Lahan. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Lukman, L. 2021. Pedoman Pengembangan Durian di Lahan Rawa. Direktorat buah dan florikultura. Direktorat Jenderal Hortikultura. Kementerian Pertanian.
Masganti, Alwi, M., dan Nurhayati. 2015. Pengelolaan air untuk budidaya pertanian di lahan gambut: kasus Riau. Hlm 62-87. Dalam Noor, M. et al. (Eds.). Pengelolaan Air di Lahan Rawa Pasang Surut: Optimasi Lahan Mendukung Swasembada Pangan. IAARD Press, Badan Litbang, Jakarta.
Masganti., Anwar, K., dan Susanti, M.A. 2017. Potensi dan Pemanfaatan Lahan Gambut Dangkal untuk Pertanian. Jurnal Sumberdaya Lahan Vol. 11 No. 1, Juli 2017.
Masganti. 2013. Teknologi inovatif pengelolaan lahan suboptimal gambut dan sulfat masam untuk peningkatan produksi tanaman pangan. Pengembangan Inovasi Pertanian 6(4):187-197.
Pamulardi, B. 2006. Pengembangan Agrowisata Berwawasan Lingkungan (Studi Kasus Desa Wisata Tingkir, Salatiga). Tesis. Semarang: Universitas Diponegoro.
Pracaya. 2004. Bertanam Mangga. Edisi Revisi. Jakarta: Penebar Swadaya.
RimbaKita. 2019. Sirsak – Taksonomi, Morfologi, Habitat, Sebaran, Budidaya & Manfaat Buah. (https://rimbakita.com/sirsak/)
Ritung S., Wahyunto., Agus, F., Hidayat, H. 2007. Panduan Evaluasi Kesesuaian Lahan Dengan Contoh Peta Arahan Penggunaan Lahan Kabupaten Aceh Barat. Bogor Indonesia: Balai Penelitian Tanah dan World Agroforestry Centre.
Siregar, R. 2018. Jenis Tanaman Mpts (Multy Purpose Tree Species) Di Daerah Kecamatan Padang Bolak Dan Barumun Tengah. Skripsi. Sumatera Utara: Universitas Sumatera Utara.
Utama, I.G.B.R. 2010. Agrowisata sebagai Pariwisata Alternatif di Indonesia. Denpasar.
Waluyo, K. 2008. Budidaya Nangka dan Jambu Biji. Bandung: Epsilon Grup.
Published
Categories
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





