Dimensi Tasawuf Al-Qur'an: Melihat melalui Lensa Tarjumān al-Mustafīd dan Marāḥ Labīd
Keywords:
Tafsir nusantara, Tasawuf akhlaqi, Corak penafsiran, Kehidpan modernSynopsis
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan ajaran tasawuf dalam dua karya tafsir klasik Nusantara, yaitu Tarjumān al-Mustafīd karya Shaykh Abdul Ra’uf al-Sinkili dan Marāḥ Labīd karya Shaykh Nawawi al-Bantani. Keduanya dipilih karena representatif dari pemikiran sufistik dan khazanah tafsir lokal yang berkembang pada abad ke-17 dan 19 di Nusantara. Penelitian ini menemukan bahwa kedua mufassir tersebut menerapkan corak tasawuf akhlaqi dan tasawuf hadhari yang sarat dengan nilai-nilai spiritual dan transformasi sosial.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis kajian pustaka (library research) dengan metode analisis tematik dan komparatif, serta pendekatan tekstual untuk menelusuri perbedaan dan persamaan dalam interpretasi masing-masing mufassir terhadap ayat-ayat yang mengandung nilai-nilai sufistik. Fokus analisis diarahkan pada sembilan tema utama dalam tasawuf: tobat, sabar, syukur, raja’, khauf, zuhud, tawakal, ridha, dan maḥabbah.
Hasil kajian menunjukkan bahwa latar sosial dan historis turut memengaruhi corak tafsir keduanya. Abdul Ra’uf yang menjadi mufti Kesultanan Aceh cenderung menekankan stabilitas sosial dan keagamaan, sementara Nawawi al-Bantani yang hidup dalam masa kolonial lebih responsif terhadap kondisi keumatan yang tertekan, dengan tafsir yang lebih kontekstual. Kendati demikian, keduanya sepakat bahwa ajaran tasawuf tetap relevan dalam membentuk kepribadian Muslim yang ihsan di tengah arus modernitas dan tantangan spiritual zaman kini. Penelitian ini sekaligus menolak pandangan yang memarginalkan tasawuf sebagai ajaran kuno yang tak relevan.
References
‘Abd Qadi>r, Nun, Haul Shaykh ‘Abd S{amad al-Falimba>ni>, (Kuala Lumpur, Ba’alawi, 2019)
Abdillah, Ali, Tasawuf Kontemporer Nusantara Integrasi Tasawuf Ibn Arabi dan al-Ghazali, (Jakarta, Ina Publikatama, 2011)
Abdullah, Hawash, Perkembangan Ilmu Tasawuf dan Tokoh-Tokohnya di Nusantara, (Surabaya, al-Ikhlas, 1990)
Abdul Ghafur, Waryono, Tafsir Sosial Mendialogkan Teks dengan Konteks, (Yogjakarta, eLSAQ Press, 2005)
Adam, Muchtar, Tazkiyah Mensucikan Jiwa Meredam Hawa Nafsu, (Bandung, Makrifat Media Utama, 2008)
Adan, Hasanuddin Yusuf, Islam dan Sistem Pemerintahan di Aceh Masa Kerajaan Aceh Darussalam, (Banda Aceh, Ar-Raniry Press, 2013)
Ahmad, Noor et.al, Epistemologi Syara Mencari Format Baru Fiqh Indonesia, (Yogjakarta, Pustaka Pelajar, 2009)
Ali, Muhammad, Fath{ al-Mubi>n fi Fidyat al-S{ala>t wa al-S{au>m wa al-Yami>n, (Kuala Tungkal Jambi, Ponpes al-Baqiyat al-Shalihat, t.t)
Alim, Syahirul, Ulama dan Kolonialisme Belanda: Respons Shaykh Nawawi Banten dan Sayid Usman, (Gresik, Thalibul Ilmi Publishing, 2024)
Amin, Abdul Mana>f, Sejarah Ringkas Awliya> Allah Abdul Ra’uf bin ‘Ali al-Fans{uri al-Sinkili, (Kota Tengah Tabing Padang, T.pn, t.t)
Amstrong, Amatullah, Kunci Memasuki Dunia Tasawuf, Penterjemah Ahmad Baiquni dan M.S Nashrullah, (Bandung, Mizan, 1996)
Anshori, Afif, Dimensi-Dimensi Tasawuf, (Bandar Lampung, Barokah, 2015)
Aqib, Kharisudin, Memahami Teosofi Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah, (Surabaya, Bina Ilmu, 2000)
Arbery, A. J. Pasang Surut Aliran Tasawuf, Penerjemah Bambang Herawan (Bandung, Mizan, 1993)
Arsyad, Muhammad, Risalat al-Rahman, Penterjemah Aswadie Syukur, (Surabaya, Bina Ilmu, 2000)
Askar, Kamus Al-Azhar Arab-Indonesia, (Jakarta, Wafa Press, 2004)
Published
Categories
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





