Membongkar Sistem Pesantren: Pergulatan Tradisi, Otoritas, dan Transformasi Pendidikan

Authors

Nadiatul Maziyyah Attarwiyah

Keywords:

Dekonstruksi, Modernisasi Sisitem Pendidikan Pesantren, Pesantren

Synopsis

Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki karakter dan sistem khas yang telah mengakar kuat. Namun, di tengah arus perubahan zaman yang kompleks, mempertahankan tradisi saja tidak lagi memadai. Pesantren dituntut melakukan modernisasi sistem pendidikan, agar tetap relevan dan kompetitif. Dekonstruksi sistem pendidikan menjadi langkah strategis yang mendesak, menjadikan penelitian ini penting untuk mengungkap arah transformasi pesantren di era kontemporer.

Fokus penelitian ini adalah: 1) Bagaimana bentuk pengembangan substansi pendidikan di Pondok Pesantren Al-Qodiri 02 Gumukmas Jember, 2) Bagaimana pengembangan metodologi pengajaran yang diterapkan, 3) Bagaimana pengembangan kelembagaan yang dilakukan, dan 4) Bagaimana pengembangan fungsi pesantren yang berkembang di lingkungan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dinamika dekonstruksi sistem pendidikan pesantren melalui empat aspek utama tersebut.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Penentuan informan dilakukan secara purposive, sementara teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan: pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data diuji melalui triangulasi sumber dan metode, perpanjangan observasi, serta member check.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses modernisasi sistem pendidikan di Pondok Pesantren Al-Qodiri 02 Gumukmas Jember merupakan bentuk dekonstruksi struktural yang berlangsung secara bertahap melalui lima fase strategis: preparing, unfreezing, changing, refreezing, dan evaluating. Transformasi ini mencakup: pertama, integrasi substansi pendidikan antara ilmu keislaman klasik dan pengetahuan umum; kedua, adopsi metodologi pengajaran yang interaktif, partisipatif, dan aplikatif; ketiga, revitalisasi kelembagaan melalui pendirian unit pendidikan formal tingkat sekolah menengah pertama, menengah atas, hingga kejuruan; dan keempat, perluasan fungsi pesantren menjadi pusat pendidikan multidisipliner, pengembangan bahasa asing, pendidikan karakter dan kebangsaan, serta digitalisasi dan media dakwah. Temuan formal dari penelitian ini adalah bahwa dekonstruksi sistem pendidikan pesantren di Pondok Pesantren Darut Tholibin Al-Qodiri 02 bersifat Transformasional Integratif-Konseptual berbasis Nilai dan Konteks, yang secara aktif merespons kebutuhan zaman tanpa kehilangan akar identitas keislaman dan tradisi pesantren.

References

Abdul Rojak, M., dkk. 2021. Fungsi dan Peran Kepemimpinan Kiai Dalam Pengembangan Pondok Pesantren di Pondok Pesantren Sukamiskin dan Miftahul Falah Bandung. Manazhim: Jurnal Manajemen dan Ilmu Pendidikan, 3(1): 83-109.

Abdurrahman. 2017. Implementasi Manajemen Kurikulum Pesantren Berbasis Pendidikan Karakter. Atturas, 4(2): 279-297.

Afendi, A. R., & Khojir, M. 2024. Pendidikan Islam abad 21: Inovasi dan Implementasinya. Palembang: Bening Media Publishing.

Afham, M. F. 2023. Modernisasi pendidikan pesantren (Studi analisis pemikiran Kh. Abdurrahman Wahid). Tesis tidak diterbitkan. Jakarta: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

Aggisni, R., et al. 2024. Pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam di pondok pesantren modern (Penelitian di Pondok Pesantren Modern Al-Mashduqi Garut). Jurnal Intelek Insan Cendikia, 1(8): 3565-3588.

Ainin. 2018. Metodologi penelitian. Malang: Bintang Sejahtera.

Aldeia, A. S., et al. 2023. Modernisasi manajemen pesantren menyongsong era society 5.0. Edukasi: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan, 21(1): 17-30.

Ali, L. 1997. Kamus besar bahasa Indonesia (Edisi II). Balai Pustaka.

Muthohar, A. 2005. Modernisasi sistem pendidikan pesantren. Dinamika Ilmu, 1(29): 1-16.

Amin, Alfauzan & Hidayat, Sandra. 2024. “Upaya Inovatif Guru Pendidikan Agama Islam Era Digital dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa”, Journal of Education Research, Vol 5, No. 4: 5409-5417.

Amin, M. M. 1995. NU dan Ijtihad Politik Kenegaraannya. Yogyakarta: Al-Amin Press.

Anwar, A. 2016. Karakteristik pendidikan dan unsur-unsur kelembagaan di pesantren. Potensia: Jurnal Kependidikan Islam, 2(2): 165-181.

Anwar, Mohammad. 2019. “The Model Of Kiai in Human Resource Development Quality- Based in Pondok Pesantren Diponegoro, Klungkung, Bali”, Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 12, Nomor 1: 82-95.

Published

July 15, 2025

Details about this monograph

Physical Dimensions