Rumah dan Keberasingan
Keywords:
Poskolonial, Penjajahan, Trauma, RumahSynopsis
Home and Exile saya terjemahkan sebagai pengisi waktu kosong di tengah kesibukan yang seringkali bikin orang tidak waras. Melihat Chinua Achebe, bagi saya pribadi, sama halnya dengan melihat diri sendiri; identitas, mentalitas dan realitas objektif sebagai masyarakat yang mewarisi trauma penjajahan. Dan karena itulah saya pun merasa penting untuk membagikannya kepada khalayak.
Pastinya ada banyak kesalahan dan keluputan dalam proses menerjemahkan. Karena harus diakui, menerjemahkan karya-karya poskolonial tidaklah mudah. Ia bukan hanya pekerjaan menyalin satu bahasa ke dalam bahasa lain. Ada latar belakang historis, geografi, dan sosio-antropologis yang harus dipahami. Belum lagi muatan emosi dalam setiap pemilihan diksi yang harus dibayangkan sebagai strategi naratif. Dan itu semua akan hambar jika proses penerjemahan hanya berlangsung dalam level alih bahasa. Dan saya mohon maaf jika anda akan banyak menemukan kesalahan-kesalahan itu.
Downloads
Published
Categories
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





