Penginjilan Rasul Paulus: Eksposisi Makna Teks Kisah Para Rasul

Authors

Yunus Van Hoten
Hendrik Legi

Keywords:

Rasul Paulus, Injil, Eksposisi, Kisah

Synopsis

Perintah agung Tuhan Yesus bagi orang percaya adalah pergi jadikanlah  semua bangsa muridNya dan hidup sebagai saksi Kristus. Konteks kehidupan zaman para rasul dengan kehidupan saat ini memang sudah jauh berbeda tetapi kuasa dan karya Roh Kudus tetap sama bekerja bagi orang percaya. Lukas mencatat dalam kitab Kisah Para Rasul seorang yang bernama Paulus setelah pertobatannya adalah pemberita Injil yang sangat  produktif  baik di tengah bangsa Yahudi maupun non Yahudi. Paulus adalah seorang hamba Tuhan yang dipenuhi Roh Kudus sebagai misionaris, rasul, penginjil, guru, gembala, pendeta, teologi dan motivator yang berhasil dalam pelayanan.

 

Dalam  membahas makna teks Kisah Para Rasul 17:16-34 secara eksposisi berdasarkan metode penafsiran hermeneutika yang alkitabiah, dengan cara menggali dan    menerapkan prinsip-prinsip hermeneutika, agar teks yang dieksposisi dapat dimengerti dan dipahami dengan mudah berdasarkan hasil eksposisi makna teks Kisah Para Rasul 17:16-34. Metode penginjilan yang tepat akan  menolong para pemberita Injil  dalam mengkomunikasikan Injil secara benar, tepat sasaran, dapat diterima menurut konteks budaya setempat seperti yang dilakukan oleh rasul Paulus dalam pelayanannya. Manusia yang hidup pada zaman ini diperhadapkan dengan berbagai dimensi kehidupan seperti dimensi budaya, agama, sosial, ekonomi politik serta berkembangnya ilmu pengetahuan teknologi dan informatika. Setelah melakukan eksplorasi baik dalam kitab Kisah Para Rasul maupun dalam suratan atau tulisan Paulus,  secara implisit maupun eksplisit  ada indikasi ditemukan beberapa metode yang Paulus gunakan dalam penginjilannya seperti metode: visitasi (per kunjungan), berkhotbah dan ceramah, kontekstualisasi,  mengajar, penginjilan pribadi dan metode penginjilan massal. Hal yang paling akhir dari studi terhadap metode penginjilan Paulus, menunjukkan bahwa Paulus menggunakan metode berkhotbah dan ceramah serta kontekstual. Penerapan penginjilan kontekstual secara terpadu dengan menggabungkan metode berkhotbah dan ceramah dengan cara Adaptasi budaya Yunani yang umum khususnya melalui tulisan kepada “Allah yang tidak dikenal” secara komprehensif dalam kegiatan penginjilannya  kepada orang-orang kafir di Atena  berdasarkan makna teks Kisah Para Rasul 17:16-34 dalam sidang Areopagus di hadapan para filsafat Epikuros dan Stoa. Respons dari para pendengarnya ditanggapi secara beragam ada yang menolak, menunda dan juga ada yang menerima untuk percaya kepada Allah yang benar seperti yang diberitakan oleh Paulus.

Published

January 17, 2025

Details about the available publication format: Pdf, papperback

Pdf, papperback

Co-publisher's ISBN-13 (24)

978-634-7120-08-3

Physical Dimensions