Jawahir al-'ulum fi kasyfi al-'ulum
Keywords:
ilmu, tasawuf, kitab, jawahir, ulum, Syeikh Nuruddin Ar-RaniriSynopsis
Gejolak pemikiran wujûdiyyah telah menarik perhatian masyarakat jamak di Aceh pada permulaan abad ke-16. Paham ini menemukan momuntemnya ketika Syeikh Syamsudin Sumaterani (w. 1640 M), murid dan sahabat Syeikh Hamzah Fansuri, diangkat menjadi mufti kerajaan oleh Sultan Iskandar Muda (w. 1633 M) sehingga paham ini menjadi mazhab resmi kerajaan.
Melihat fakta paham wujûdiyyah yang semakin meresahkan, maka di sinilah pentingnya ilmu tasawuf untuk memantapkan pemahaman tentang tauhid atau keesaan Allah. Dalam buku ini, penulis mengutip ulang dari kitab Jawâhir al-‘Ulûm fî Kasyf al-Ma‘lûm karya Syeikh Nuruddin Ar-Raniri, yang menjelaskan hubungan antara ilmu yang tampak (lahir) dan yang tersembunyi (batin) dengan mengutip ayat-ayat Al-Quran, Hadis, dan Atsar (pendapat salaf saleh), sambil menegaskan bahwa ilmu tasawuf merupakan khazanah yang tersembunyi.
Published
Categories
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





