Anak & Media Pembelajaran (Studi Empirik & Analisis Faktual)

Authors

Mohamad Miftah
Bappeda Pemprov Jateng

Keywords:

media, orang tua, game, anak, pembelajaran

Synopsis

Buku ini mengupas tentang bagaimana dampak media dalam tumbuh kembang anak dalam keluarga. Salah satu media yang banyak disinggung adalah terkait game. Game tidak sekedar memberikan pengaruh positif tetapi juga pengaruh negatif, diperlukan peran orang tua dalam mendampingi dan mengawasi anak dalam bermain game. Orang tua harus dapat memberikan penjelasan, nasihat dan informasi yang baik tentang game yang dimainkan anak. Orang tua juga harus mengontrol anak-anak tentang batasan waktu dalam bermain game agar tidak berlebihan dan menghindari pengaruh negatifnya bagi anak.
Peran orang tua/keluarga dan pengasuh anak sangat dominan dalam memperhatikan aktivitas anak-anaknya dengan seksama termasuk di saat bersentuhan dengan gadget atau dunia internet, karena sangat memungkinkan untuk berinteraksi dan bahkan dapat menjadi candu bagi anak dengan berbagai model game, dan jangan pernah melarang keras anak untuk bersentuhan dengan gadget, semakin dilarang semakin anak penasaran dan ingin tahu dunia gadget dan game meski dengan cara tanpa sepengetahuan orang tua. Berilah pengarahan dan pendampingan secara intens di setiap berinteraksi dan perhatikan perubahan pada psikologi perkembangan/jiwa belajar anak, batasilah waktu menggunakan gadget untuk bermain game, kenalkan fitur-fitur game yang bermuatan edukasi dan fitur lain yang bermanfaat bagi perkembangan anak, perhatikan efek yang timbul setelah bermain gadget dan berikan penyuluhan secara positif, serta sediakan ruang untuk berekspresi untuk sisi positif setelah bermain game ke dalam dunia nyata.

References

Abin Syamsuddin Makmun. (2003). Psikologi Pendidikan. Bandung : PT Rosda Karya Remaja.

Arsyad, A. (2014). Media pembelajaran. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada.

Ary Ginanjar Agustian. (2001). ESQ Berdasarkan 6 Rukun Iman dan 5 Rukun Islam; (Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Sipritua). Jakarta : Arga.

Ayuningsih, Diah. (2012). Psikologi Perkembangan Anak. Yogyakarta: Pustaka Larasati.

Azwar, S 1998, Sikap Manusia teori dan Pengukurannya, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

BCC Burlington County (2013). Skills Standard Based Curriculum: http://www.bcc.edu/NWCET/cdk/Overview/Standard.htm.

Brady, Laurie. (1983). Curriculum Developmen in Australia, Prentice-Hall, Victoria, Australia.

Bungin, Burhan. 2006. Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma dan Diskursus Teknologi Komunikasi di Masyarakat. Jakarta: Kencana Prenada Media.

Carole Leathwood and David Phillips. (2000). Developing Curriculum Evaluation Research in Higher Education: Process, Politics and Practicalities. Printed in The Netherlands.

Creswell, John W. 2010. Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Daniel Goleman. (1999). Working With Emotional Intelligence. (Terj. Alex Tri Kancono Widodo), Jakarta : PT Gramedia.

Depdiknas. (2002). Kurikulum dan Hasil Belajar Rumpun Ilmu Sosial. Jakarta, Pusat Kurikulum.

Desmita. (2009). Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Djamarah, Syaiful Bahri. 2011. Psikologi Belajar. Rineka Cipta: Jakarta.

Djohar. (1999). “Soal Reformasi Pendidikan Omong Kosong,Tanpa Mengubah UU No.2/89”, Kedaulatan Rakyat, 4 Mei 1999.

Eko Soenaryo SE. (2008) Sekolah Hanya Fokus IQ, EQ dan SQ Terlewatkan. Terbit pada koran pendidikan online: senin,27 September 2010 pada http://www.koranpendidikan.com/artikel/231/sekolah-hanya-fokus-iq-eq-dan-sq-terlewatkan.html.

Erhel, S and Jamet, E. (2013). Digital game-based learning: Impact of instruction and feedback on motivation and learning effectiveness. Computers & Education 67 (14) 156–167.

ESA. (2015). Demographic and Usage Data Essential Facts about The Computer and Video Game Industry. Entertainment Software Association (ESA). Washington DC.

Faisal Ismail. (1998). Paradigma Kebudayaan Islam Studi Kritis dan Refleksi Historis. Yogyakarta: Tiara Ilahi Press.

Fasli Jalal. (2001). Reformasi Pendidikan dalam Konteks Otonomi Daerah. Yogyakarta: Aditi.

Fitriyah, Isnaini Qubailatul. (2012). Kepribadian Anak dari Pola Asuh Ibu yang Authoritarian. Surabaya: Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel.

H.A.R. Tilaar. (1999). Pendidikan, Kebudayaan, dan Masyarakat Madani Indonesia, Strategi Reformasi Pendidikan Nasional, Bandung: Remaja Rosdakarya Offset.

H.M. Arifin. (2003). Teori-Teori Konseling Agama dan Umum. Jakarta. PT Golden Terayon Press.

Hamalik, Oemar. 2005. Proses Belajar Mengajar. Bumi Aksara: Jakarta. Hurlock, Elizabeth B. 1995. Perkembangan Anak. Jilid 1. Jakarta : Erlangga.

Helmawati. (2014). Pendidikan Keluarga: Teori dan Praktis. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Heri Gunawan. (2012). Pendidikan Karakter. Bandung: Alfabeta.

Hoffman, Lois et.al. (1994). Developmental Psychology Today, McGraw-Hill INC. New York.

Hujair AH. Sanaky. (1999). “Studi Pemikiran Pendidikan Islam Modern”. Jurnal Pendidikan Islam, Konsep dan Implementasi, Vol.5. No.4, ISSN: 0853 – 7437, FIAI UII Yogyakarta, (Agustus, 1999).

Hung, Chun-Ming et al,. (2014). Effects of Digital Game-Based Learning on Students’ Self-efficacy, Motivation, AnXety, and Achievements in Learning Mathematics. Journal of Computers in Education 1(2). 151166.

Lan, K. L., Abdullah, M. C., dkk. (2010). Understanding media violence and the development of aggressive behaviour of school children. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 7(2), 522- 527.

Lickona, Thomas. (2012). Educating for Character, terj. Juma Abdu Wamaungo. Jakarta: Bumi Aksara.

Mansour Fakih. (2002). Pendidikan Popular Membangun Kesadaran Kritis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Mashar, Riana. (2015). Anak Usia Dini dan Strategi Pengembangannya. Jakarta: Prenadamedia Grup.

Mastuhu. (1999). Pemberdayakan Sistem Pendidikan Islam. Jakarta: Logos.

McBeath, Clare and Dellar, Graham. (1995). Curriculum and Evaluation (Study Guide), Curtin University of Technology, Perth Western Australia.

Megawangi, Ratna. (2008). Pendidikan Karakter. Jakarta: Indonesia Heritage Foundation.

Morrison, G.S. (2012). Dasar- dasar pendidikan anak usia dini (PAUD). Jakarta:PT Indeks.

Muhmmad al-Nauquib al-Attas. (1984). Konsep Pendidikan dlam Islam, Suatu Rangka Pikir Pembinaan Filsafat Pendidikan Islam. Bandung: Mizan.

Mulyasa. (2012). Menejemen PAUD. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nana Syaodih Sukmadinata. (2005). Landasan Psikologi Proses Pendidikan. Bandung : P.T. Remaja Rosdakarya.

Oemar Hamalik,(1992). Studi Pengetahuan Sosial. Bandung: Mandar Maju.

Onno W. Purbo. (2000). “Tantangan Bagi Pendidikan Indonesia”. Diakses pada http:// www. detik. com/net/ onno/ jurnal/ 20004/ aplikasi/ pendidikan/p-19.shtml. 2000, pada tanggal 6 Juni 2000.

Papastergiou, Marina. (2007). Digital Game-Based Learning in high school Computer Science education: Impact on educational effectiveness and student motivation. Computers & Education 52 (1): 1-12.

Prensky, M. (2001). The Digital Games-Based Learning. Games2train. New York

Riady, S. (2012). Analisis perilaku agresif anak usia dini di kelompok a taman kanak- kanak arum sari. (Skripsi). Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Rianti. 2012. “Peranan Ibu dalam Keluarga”. Dalam http://keluarga sakinah.com, diakses 10 Juli 2013, pukul 20.00 WIB.

Robert C. Wicklein. (1997). Curriculum Focus for Technology Education. Diakses pada http://scholar.lib.vt.edu/ejournals/JTE/v8n2/Wicklein.jte-v8n2.html

Sanjaya, Wina. (2012). Media Komunikasi Pembelajaran. Jakarta: Kencana.

Sofyan S. Willis. (2004). Konseling Individual; Teori dan Praktek. Bandung : Alfabeta.

Solomon, Pearl. G. (1998). The Curriculum Bridge; From Standards to Actual Classroom Practice. Corwin Press. Inc. California, USA.

Sujiono, Yuliani Nurani. (2012). Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: PT INDEKS.

Sunaryo. (1989). Strategi Belajar-Mengajar Ilmu Pengetahuan Sosial, Malang, IKIP

Surya, M. 1993, Pola Pendidikan Anak di Tengah Derasnya Arus Hiburan TV, Audientia, Volume 1 Nomor 4.

Susan E. Gibson, University of Alberta. (2009).Teaching Social Studies in Elementary Schools: A Social Constructivist Approach. Published by Nelson Education Ltd.

Suwito, Umar, dkk. (2008). Tinjauan Berbagai Aspek: Character Building. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Suyanto, B. 1995, Televisi : Media Sosialisasi yang Anti Sosial bagi Anak, Republika, 12 Mei 1995.

Syamsu Yusuf LN. (2003). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja.. Bandung: PT. Rosda Karya Remaja.

Syamsul. (2001). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Tamburaka, Apriadi. 2013. Literasi Media: Cerdas Bermedia Khalayak Media Massa. Jakarta: Rajawali Pers.

Ubaydillah, AN. (2010). Selayang Pandang IQ, EQ dan SQ. Sumber dari http://forum.detik.com/showthread.php?t=29317, yang diakses tanggal 27 September 2010.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak.

Wahyudi, JB. 1986. Media Komunikasi Massa Televisi. Alumni: Bandung.

Woo, J.-C. (2014). Digital Game-Based Learning Supports Student Motivation, Cognitive Success, and Performance Outcomes. Educational Technology & Society 17 (3): 291–307.

Yulia Singgih D.G. (2002). Asas-asas Psikologi Keluarga Idaman. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia. Yusuf

Yusuf, LN Syamsu. 2015. Psikologi Perkembangan Anak & Remaja. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Zamroni. (2000). Paradigma Pendidikan Masa Depan. Yogyakarta: Bigraf Publishing.

anak dan media

Published

March 12, 2022

Details about the available publication format: PDF

PDF

Co-publisher's ISBN-13 (24)

978-623-5257-02-0

How to cite